Minggu, 22 Januari 2012

Pencuri Keakraban


I Yohanes 1:8-9
 Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita. Jika kita mengaku dosa kita, makaRata TengahIa adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala  dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. Seorang  laki-laki tua bersahabat dengan seorang anak laki-laki remaja yang  bekerja bersamanya di sebuah toko kerajinan kayu. Mereka sering bekerja bersama untuk memasang bagian-bagian rumit dari kerajinan kayu untuk dijual di toko-toko cinderamata lokal. Suatu hari, anak laki-laki itu mencuri beberapa pahatan kayu di tempat itu. Laki-laki tua yang menyaksikan kejadian itu dari dapur tidak mengatakan apa-apa tentang kejadian itu. Namun beberapa hari kemudian anak itu tidak masuk kerja. Bahkan ketika mereka bertemu, anak itu mulai menjauh  dan merasa malu. Persahabatan mereka yang dulunya begitu akrab, kini terputus. Keduanya seperti dua orang asing yang baru bertemu.
Hal yang sama terjadi ketika kita berbuat dosa. Akibat paling berbahaya bukanlah kerugian akibat tindakan kita yang salah, namun rusaknya hubungan kita dengan Allah. Hubungan kita yang akrab dengan Bapa sorgawi terputus, bukan karena Tuhan tidak ingin bersekutu dengan kita, namun karena kita yang bersembunyi dan menjauhkan diri dari-Nya. Namun karena kasih-Nya yang begitu besar, Yesus hadir dalam hidup kita untuk menghapus  semua rasa malu, rasa tertuduh dan juga menanggung semua dosa kita. Hal  ini Yesus lakukan, agar hubungan kita dengan Allah Bapa dipulihkan  kembali.
Jika  hari ini anda merasa ada yang menjadi penghalang hubungan Anda dengan  Bapa, apakah itu rasa bersalah, kemarahan, kebencian atau dosa lainnya, datanglah kepada Yesus. Akuilah dengan kerendahan hati semua yang telah anda lakukan dan alami. Mintalah Yesus untuk memulihkan Anda, dan mencairkan kebekuan yang ada dalam hubungan Anda dengan Bapa. Allah sedang menantikan Anda, Dia ingin berbincang akrab dengan Anda kembali.  Jangan biarkan dosa mencuri keakraban Anda dengan Bapa Sorgawi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar